Teknik Weightlifting

4 Teknik melakukan weightlifting

Perhatikan struktur jongkok yang benar.

Barbell back squat adalah cara latihan tradisional yang mendasar bila Anda ingin melakukan squat. Untuk menghasilkan kekuatan penopang tubuh yang kuat, perhatikanlah pondasi kaki Anda, begitupula keseimbangan posisi pinggul saat menopang beban lalu menurunkan dan mendorongnya kembali ke atas. Agar terbiasa dengan pengangkatan beban terberat, lakukanlah latihan berikut ini.

Struktur gerak engsel pinggul.

Pola gerakan ini sangatlah menguntungkan pada gerakan deadlifts  ataupun snatch lift khususnya dalam mengoptimalkan  rantai posterior Anda (pinggul, paha belakang, punggung ekstensor) . Setidaknya saat menopang beban, kekuatan tubuh tidak hanya tertumpu pada bagian kaki, bahu ataupun kekuatan tangan saja, melainkan kekuatan punggung belakang serta engsel pinggul pun turut menjadi faktor terpenting agar lifting terlaksana dengan aman. Berlatih dengan jenis laihan berikut ini, dapat membiasakan pinggul bergerak secara elastis dan kokoh.

Kekuatan bahu dan tangan.

Untuk mencapai gerakan finishing yang baik dan tepat, kekuatan otot bahu dan tangan merupakan parsial otot yang bertanggung jawab atas kesuksesan lifting berikutnya. Bila pondasi bahu dan tidak terlatih secara kokoh, maka akan menimbulkan resiko cedera sangat fatal. Seperti yang dialami kontingen asal Hungaria “Janos Baranyai” pada olimpiade Beijing 2008 lalu, dimana saat itu ia menderita siku terkilir saat melakukan snatch. Agar terhindar resiko tersebut, lakukanlah teknik latihan berikut ini dimulai dengan beban yang ringan hingga beban terberat :

Memperkokoh tulang belakang

Kebanyakan orang tahu bahwa sit-up merupakan gerakan latihan yang sangat menguras tenaga, sehingga sesekali menyebabkan rasa stress pada tulang punggung Anda. Peranan tulang punggung belakang itu sendiri memanglah diperlukan di setiap latihan beban, fungsinya untuk menjaga tubuh agar tidak membungkuk ataupun tidak terkilir disaat memainkan beban berat, disamping itu membantu postur tubuh agar berdiri lebih tegap. Berikut tips latihan agar tulang punggung Anda terkunci aman serta meminimalisirkan terjadinya cedera saat Anda menghajar beban berat.

Resiko cedera dan penanggulangannya

Calikin selaku pelatih dan mantan atlet angkat besi yang pernah mewakili kota DKI Jakarta ini mengatakan bahwa “Penyebab cedera pada angkat besi umunya disebabkan atas 3 faktor : faktor teknik yang salah, over training dan faktor tak diduga. Untuk menanggulanginya, kita mesti tahu daya tahan si atlet ini apakah masih mampu mengangkat ataupun tidak, selain itu memperhatikan secara detail mengenai teknik pengangkatan yang benar adalah kewajiban yang harus diteliti bagi seorang pelatih maupun atlet itu sendiri. Melakukan simulasi pertandingan sebulan 3 kali, rupanya sangat efektif untuk membentuk mentalitas atlet agar lebih percaya diri saat bertanding” tutupnya saat ditemui Reps menjelang pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *